Saturday, June 7, 2008

Adobe Photoshop Express

Adobe akhirnya bergabung dengan barisan vendor IT yang menyediakan SaaS (Software as a Service) dalam daftar produknya.

Adobe Photoshop Express diluncurkan pada akhir Mei 2008 lalu atau tepatnya pada tanggal 27. Layanan ini merupakan layanan penyimpanan sekaligus sebagai editor foto online.



Beberapa fitur yang cukup menarik dari layanaan ini, diantaranya adalah :
  1. Gratis
  2. Kapasitas penyimpanan sampai dengan 2 GB
  3. Editing foto dengan berbagai operasi seperti melakukan crop, auto correct, pemberian efek hue, sketch, tuning softening, lighting, dan sebagainya.
  4. Dapat dishare dengan cara embedded ke situs kita
  5. Menggunakan Flash 9, sehingga fitur editing lebih sempurna daripada menggunakan DHTML
  6. Dapat mengirimkan foto kita langsung ke email teman kita
  7. Kita akan mendapatkan URL subdomain khusus untuk username di http://username.photoshop.com.
Screenshot berikut adalah salah satu contoh editing dengan menggunakan pilihan "White Balance".


O iya, selain Adobe Photoshop Express ini sebenarnya sudah diluncurkan juga layanan sejenis di awal Mei, yaitu picnik. Bedanya adalah picnik ini tidak memiliki hosting untuk file gambar kita.

Menarik bukan ?

Tren SaaS seperti ini sepertinya akan berlanjut terus.

Lalu dimanakah posisi kita menyikapi perkembangan ini sebagai pengembang piranti lunak atau software developer ? penyedia solusi ? pebisnis ? Akankah kita akan dapat dengan cepat mengikuti dan memanfaatkan mainstream baru ini ?

Mungkin saja....

Tapi saya percaya sekali bahwa dengan kreativitas, imajinasi dan kemampuan bangsa Indonesia tidak akan kalah dari negara maju untuk mengejar "yang satu" ini.

Anda setuju dengan saya ?

Salam,

Feris Thia
Pemerhati Teknologi Cloud Computing
http://www.komputasiawan.com


1 comment:

Agi Putra Kharisma said...

Nah kalo SaaS begini kan tdk perlu bajak-mambajak software. Semuanya free, menggunakan model bisnis yang baru. Jaman cloud computing gini masa masih mau jualan software kayak jualan kacang goreng aja, hehehe..
Masalah kreativitas, bangsa indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Masalahnya mungkin ada di keterbatasan infrastruktur teknologi yang ada.
Maju terus indonesia!
Salam.